Home » » Jangan Ke Santolo Kalau Tidak Punya Uang

Jangan Ke Santolo Kalau Tidak Punya Uang

Jangan Ke Santolo Kalau Tidak Punya Uang karena Santolo akan merayu anda untuk merogoh uang anda lebih dalam. Kalu tidak percaya silahkan? Tapi, tidak mungkin anda tidak membawa uang ke tempat yang menyenangkan seperti ini. Jangan lupa baca juga Fakta-Fakta Unik Tentang Santolo Lebaran Tahun 1438 H.

Anda mesti tahu satu hal yang penting ini. Bacalah hingga habis alinea ini! Makan baso di tempat biasa, di depa rumah anda, akan biasa saja sensasinya. Tapi kalau makan baso di pantai Santolo bisa menjadi bumbu cerita pas pulang nanti. Anda akan mengatakan, "I just only ate Baso there ..." ... What!@#$%^&*()

Apalagi bila anda mau yang macam-macam. Maksudnya kalau ke pantau tidak menikmati kelapa muda kurang sensasinya. Anda akan merasakan betapa nikmatnya mencicipi manisnya kelapa muda di tengah cuaca terik di pinggir pantai pula dengan pemandangan laut lepas yang memanjakan mata.

Jadi sediakan uang banyak OK!

Bocoran satu lagi untuk anda. Mohon jangan berkedip! Di Santolo itu telah banyak wahana permainan dibuat. Anda bisa menjajal satu per satu. Bila tidak banyak uang yang anda bawa bisa-bisa anda malah berantem dengan ank sendiri. Anak nangis anda marah. Bukan karena tidak sayang tapi malu anak minta jajan saku andanya kosong.

Jadi nabung dulu dari setahun sebelum ke Santolo, itu saran yang bijaksana!

Pesan dari kami, janganla terpesona keindahan dunia. Dunia ini memang indah apalagi diukie, dilukis, dan dihiasi tipu daya setan yang menunggangi hawa nafsu anda. Semuanya indah. Memegang tangan, memeluk, mencium dan me ..... lain-lain, yang bukan hak anda, semua indah, tapi tunggu beberapa menit kemudian anda akan merasakan bahwa anda telah menganiaya diri anda sendiri dengan melakukan maksiat di tempat wisata yang bukan ciptaan anda itu.

Ke Santolo bisa juga tanpa uang sekalipun. Santolo bukan untuk beruang tapi untuk manusia. Bumi Alah ini seharusnya tidak memasang tarif. Pemerintah mesti mendanai semuanya. Jangan sampai sedikit-sedikit pajak, sedikit-sedikit retribusi, tapi mau bagaimana lagi, sudah begitu adanya.

0 comments:

Posting Komentar