Home » » INILAH KEGIATAN PALING ASYIK MENIKMATI PAGI CERAH DI SANTOLO

INILAH KEGIATAN PALING ASYIK MENIKMATI PAGI CERAH DI SANTOLO

Sebelum fajar menjelang geliat kehidupan telah menampakkan tanda-tandanya. Bahkan semalam suntuk pembicaraan, obrolan, dan saling tanya jawab seakan tiada henti. Malam tadi gelak tawa memecah keheningan Pantai Santolo yang membentang luas di depan mata. 

Tampak di karang-karang itu dan di pinggir dermaga tua para lelaki berciput membalang pancingan dengan kepulan asap dari rokok yang habis puluhan batang. Mengasyikkan tampaknya. Mereka duduk dan terkadang berdiri. Mengambil tempat terpisah-pisah dan sesekali terdengan teriakan "striiiiiiike ... " pertanda ada makhluk yang diharapkan nyangkut di kail.

Hotel Santolo Beach Hotel
Santolo Beach
Sebelum cahaya fajar membelah malam kesibukan mulai menghiasi pantai. Mesin-mesin mulai dipasangkan, jaring, kenur, benang, belantar dan jangkar sudah disiapkan. Itu tandanya sang nelayan akan kembali mengarungi samudera tidak bertepi untuk mencari sebongkah kehidupan.

Menjelang fajar tampak bangunan berwarna hijau dengan lafadz "Allah" di atasnya menyaringkan sebuah suara khas nan serak dan melengking. Itulah bunyi tarhim memohon kasih dan sayang dari langit tinggi  untuk penduduk bumi  yang rendah. Sejenak kemudian terdengar suara indah yang melantunkan bacaan yang mempesona hati: adzan telah tiba saatnya runduk ruku dan sujud.

Sebait doa dan sebari tanda cinta untuk yang Maha Tinggi terucap dalam getarnya lisan yang lembut. Diangkatlah tangan yang lemah untukmemohon campur tangan Tuhan dengan kuasa-Nya yang Maha Kuat.

Secangkir kopi dari warung terdekat dengan beberapa bungkus kecil makanan ringan menemani indahnya pagi yang penuh harmoni. Menghadap ke arah laut lepas dengan merebahkan punggung ke tiang warung itu bersam candaan yang nyelekit mempermanis kebersamaan.

Menjelang mentari siap menghimpun hangatnya untuk penghuni alam di bumi sebidang tanah di pasir yang lembut berwarna putih itu telah pula ditandai. Tampak orang-orang berkolor pendek itu tertawa-tawa penuh bahagia menggiring benda bulat ke sebuah benda seperi pilar yang dijaga orang yang bergaya berbeda. Orang terakhir ini bukan hanya menendang dan mematuk namu ia boleh meninju, menampar dan juga memeluk mesra berguling-guling benda itu. Ia terkadang menciumnya dengan mata terpejam. Sungguh roman-gonzales ... maksudnya tis roman.

Capek baru terasa setelah cairan berbau asam itu mengalir keluar dari celah kecil di setiap inci tubuh. Rambut lepek penuh debu terasa kurang menyenangkan dan bila diguyur air akan terasa kesegarannya. Yang diharap saat itu adalah segera mandi dan berenang.

Kegiatan asyik bagi yang menulis ini adalah membuka laptop dan segera meluncur menarik jari untuk menari di atas keyboard yang sudah tampak ingin segera diganti dengan tampilan yang terbaru.

0 comments:

Posting Komentar