Home » » Apa yang Salah Pada Manajemen Tempat Wisata di Santolo

Apa yang Salah Pada Manajemen Tempat Wisata di Santolo

Hey akang-akang dan teteh-teteh, bapak-ibu, aka-sarenga ayi sadaya, kumaha daramang. Alhamdulillah kita masih bisa menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. Ada banyak surga dunia yang bisa kita kunjungi.

Salah satu taman surga yang indah itu adalah Pantai Santolo. Coba lihat ombaknya yang pecah sebelum menghantam perkampungan, itu karena ada karang yang kokoh yang setia membentengi pemukiman manusia. Indah sekali.

Lihat juga air yang beriak pelan tanpa gelombang. Ibarat kata bagaikan air kolam. Namun di Sisi lain ia menampakkan kekuatannya saat ia mampu mengejar manusia hingga lari ke daratan.


Ini Anugerah

Punya pantai tentu anugerah. Pantai adalah tempat yang paling banyak dikunjungi orang saat berwisata. Selain bisa menikmati kejadian alam yang mengundang untuk berpikir, di pantai juga banyak kegiatan bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus menyediakan wahana yang mahal.

Ada daerah atau negara ang tidak punya pantai. Hingga untuk menikmati pantai mereka rela datang-jauh-jauh dari negara untuk sekedar merasakan sensasi berenang di Pantai.

Manajemen yang Baik

Agar empat wisata ini terjaga dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan para pengunjung, maka harus ditata dengan pengelolaan yang baik. Diantaranya adalah dengan menetapkan tarif ang jelas untuk setiap wahana atau sarana yang ada.

Kesalahan hari ini adalah adanya pungutan liar dan tarif yang tidak jelas. Selain itu biaya dan hasil dari itu semua masuk ke mana harus jelas. Jangan sampai itu hanya menjadi obyekan individual atau hanya sekelompok orang-orang yang mencari untung lebih di sana.

Kedua nya adalah perbaikan dan kelengkapan fasilitas Pantai. Pihak yang tergabng dalam manajemen pengelolaan Pantai harus pula mempertimbangkan fasilitas yang ada. Kekurangan di Santolo adalah fasilitas WC nya yang tidak maksimal. Air sering kali asin dan tidak nyaman untuk bersuci.

Selain itu sebaknya pihak berwenang harus memperingatkan agar para pedagang tidak mematok tarif yang kelewat tinggi untuk satu barang. Harga haru wajar. Jangan sampai satu gelas air dihargai Rp 4.000 padahal di warung luar sana hanya Rp 500 saja.


Penataan ini sangat penting. Karena diantara daya tarik wisata adalah harga yang ditawarkan harus rasional. Bila tidak maka dagangan yang ada di sana tidak akan laku, karena orang-orang akan membelinya di luar area tempat wisata dengan harga yang jauh lebih murah, lalu membawanya sebagai bekal ke area tempat wisata. Kalau sudah begitu siapa yang akan menelan kerugian?

0 comments:

Posting Komentar