Home » » Peluang Bisnis Kuliner di Sayang Heulang, Santolo, dan Jayanti

Peluang Bisnis Kuliner di Sayang Heulang, Santolo, dan Jayanti

Tren baru bisnis 2015 yang menjagokan kuliner sebagai bisnis yang paling menjajanikan dapat menjadi stimulus bagi yang akan memulai berbisnis. Semua kesuksesan dalam bisnis tentunya memiliki undang-undang Tuhan yang tersirat dan kini banyak diperbincangkan para pakar. Dalam bisnis kuliner juga sama. Di sana harus dikembangkan jiwa usaha, jujur, ikhlas, disiplin, ramah, peka terhadap hal baru. Dalam bidang promosi dan pemasaran bisnis kuliner juga sama. Di sana ada keunikan, defferensiasi, brand image, dan yang lainnya.

Selain hal-hal di atas ada satu lagi hal yang harus diperhatikan ketika akan memulai berbisnis. Pakar properti menyebutnya 3L. Yaitu; Lokasi, Lokasi, dan Lokasi. Ini menyiratkan betapa pentingnya faktor tempat bagi bisnis kita.

Rasulullah juga pernah memberikan arahan ketika kita akan membangun rumah tempat kita tinggal. Sabda Rasul ini juga sangat pas bila diterapkan kepada tempat bisnis kita. Ia bersabda; Aljaar qabla Ad-daar. Artinya kita harus melihat tetangga kita dahulu, bagaimana kepribadian, gaya hidup dan lain-lain, sebelum menentukan kita akan membangun sebuah bangunan di sana.

Potensi Sayang Heulang, Santolo, dan Jayanti

Manusia di manapun membutuhkan yang namanya "makan". Maka dimanapun bisnis kuliner akan terbuka lebar. Dengan ini, di daerah-daerah wisata sangat mungkin banyak orang yang membutuhkan makanan. Ini adalah kesempatan yang harus disikapi dengan tepat oleh para pelaku bisnis kuliner.

Potensi Sayang Heulang, Santolo, dan Jayanti bagi bisnis kuliner sangat besar. Selama ini pun di sepanjang pantai banyak juga berdiri rumah makan-rumah makan dan restoran yang menyajikan beragam menu yang bisa kita pilih.

Yang Paling Banyak Peminat

Menurut pengamatan yang selama ini kami lakukan, yang paling banyak peminat adalah tentunya yang murah. Tidak peduli apa menunya kalau murah pasti akan rame pengunjung. Kekurangan selama ini adalah sudah bukan rahasia umum bahwa daerah pantai itu rumah makan-rumah makan menawarkan tarif tinggi. Salah satu contohnya bakar ikan yang mencapai seratus ribu rupiah per kilo. Padahal harga ikan mentah segar per kilo tidak mencapai 50.000,-. Maka mengambil keuntungan terlalu besar akan membuat calon pembeli menjadi jengah dan enggan. Bila sesekali ada pembeli yang datang. maka ia hanya datang cuma sekali, dan saat ia membayar harganya ia sedih dan akan menampakkan muka yang murka. Mungkin merasa tertipu. di hatinya bahakan mungkin saja ia bergumam; "ikan kaya gini doang, mahal banget sih ... ogah gua".

Kemudian yang paling banyak pengunjung adalah restoran yang menyajikan daging ayam atau ikan yang bisa digoreng atau dibakar secara "dadakan". Jadi pengunjung bisa melihat makanan yang disajikan dan digoreng langsung di sana.

Kemudian nasi harus hangat dan panas. Sudah banyak terbukti bahwa pengunjung akan memilih rumah makan yang menyiapkan nasi "haneut ngebul keneh". Bila asap yang membumbung dari nasi itu hilang alias sudah dingin maka kebanyakan pengunjung menjadi enggan.

Terus yang harus ada adalah sambal. Inilah penarik yang harus wajib kudu aya. Siapkan sambal istimewa yang tingkat kepesadannya sangat pedas. Saya memberi garansi bila makanan yang disajikan dengan sambal dan yang tidak menyajikan sambal maka yang paling banyak dikunjungi adalah yang menyiapkan dan melengkapi menunya dengan sambal.

Selain itu yang harus ada itu adalah "lalab". Itu bisa semacam daun-daun yang biasa di"lalap" Seperti daun singkong, daun pepaya, daun jambu mete, daun lampeni, daun reundeu, daun poh-pohan, daun antanan, sintrong, jonge, kangkung, eceng, suraung dan lain lain. Sedangkan lalapan yang berbentuk buah di antaranya leunca, terong, dan banyak lagi yang lain.

Kemudian yang juga penting adalah lokasinya. Cari lokasi yang indah. Biasanya yang memilki view gunung atau pantai dan dihiasi dengan ornamen dan material sekitar rumah makan yang dibikin sedemikian teduh, nyaman, dan indah.

Yang harus diingat pula, kebanyakan pengunjung saat ini di ketiga tempat di atas kebanayak segmentasinya remaja dan pemuda. Maka fitur restoran yang melengakpi dengan kebutuhan mereka akan sangat igandrungi. Misalnya adanya fasilitas TV dan bengkel motor atau salon yang dekat dengan restoran akan menambah plusnya.

Oh ya satu lagi, jangan lupa adakan dan bangun WC dan temapt mandi yang bagus dan banyak. Pasang tarif agak tinggi juga tidak apa-apa yang penting nyaman. Kebanyakan di daerah pantai adalah kekurangan WC yang representataif, bersih dan wangi. Maka bagi anda para pelaku bisnis kuliner di Sayang Heulang, Santolo, dan Jayanti harus memperhatiakan adanya tempat bersih-bersih yang banyak dan nyamn.

Nah yang belum ada itu layanan delivery bagi para pelanggan yang enggan datang ke restorannya. Tinggal telephon, ketemu, bayar. Ini sangat baik dan belum dikembangkan di daerah Sayang Heulang, Santolo, dan Jayanti.

Selamat mencoba ...

0 comments:

Posting Komentar