Home » » 'Allamal Insaana Maa Lam Ya'lam: Sebuah Renungan

'Allamal Insaana Maa Lam Ya'lam: Sebuah Renungan

Maha Benar Allah atas segala furman-Nya


Judul di atas adalah ayat Al-Qu'an dalam Surat Al-'Alaq yang sangat populer. Diturunkan dalam rangkaian ayat-ayat pertama Al-Qur'an di Gua Hira. Kala itu Rasulullah sedang bertahannuts. Tiba-tiba malaikat Jibri datang dan memeluknya dengan erat sampai Nabi merasa kepayahan.


Ayat empat ini mengabarkan sifat Allah yang maha Mengetahui. Ayat ini pula berisi pengetahuan bahwa mengajarkan ilmu pengetahuan adalah Allah swt. Allah lah yang mengajarkan bahwa manusia akan diajarinya ilmu-ilmu. Yang maha Agung bahkan menjadikan dirinya sebagai objek ilmu. Kita harus berma'rifat dan mendekatinya. Kita diajarkannya cara beribadah kepada-Nya dan cara bermu'amalah dengan sesama kita. Kita diperintahkan untuk bertafakkur dan mengakali seluruh fenomena alam dan masyarakat.
Ayat ini pun mengajarkan kerendahan hati. Manusia diperintahkan untuk selalu merunduk di hadapan Allah. Karena manusia tidak tahu apa-apa sebelum diberi tahu oleh Allah. Manusia yang ketika lahir lemah, tidak bisa bicara, belum bisa sempurna aqal dan perasaannya, manusia tidak begitu jelas pendengaran dan penglihatannya. Kemudian Allah menjadikan indera-indera itu berkembang dan tumbuh semakin kuat. Akhirnya berfungsi dengan sempurna. Kemudian Allah menjadikannya sebagai saluran informasi dan ilmu.

Ayat ini pun mengajarkan kejujuran. Tidak ada yang terlewatkan dari pandangan Allah walau sesaatpun. Semua dalam tatapan Allah swt. Tiada yang luput dari ilmu dan genggaman pengetahuannya. Maka manusia yang beriman akan merasa selalu diperhatikan dan tidaka akan merasa sendiri dan kesepian.

Ilmu yang diajarkan Allah kepada manusia bermacam-macam. ada yang sangat sukar difahami ada yang sangat mudah difaami. Dan kita tahu ada manusia yang dianugerahi kecerdasan tinggi seperti para nabi. Ada juga yang sedang-sedang dan adapula yang rendah daya nalar dan intelektualitasnya.

Dengan ini ada satu syarat yang jelas bila kita ingin barokah dalam ilmu. Yaitu kita harus beriman. Dengan merasakan kehadiran Allah beada dekat dengan kita dan meyakini sepenuh hati bahwa seluruh ilmu adalah berasal dari-Nya, maka Allah akan menambah ilmu kepada kita, ilmu yang baru yang segar dan membuat semangat kita dalam belajar semakin kuat karena keindahan ilmu yang diajarkannya.

Maka dengan ini kita semua dapat menjadi agent transfer ilmu. Siapa pun kita bila telah mengilmui sesuatu dengan benar maka kita bisa transfer ilmu kepada yang lain dan jangan menyembunikannya. Tidak usah kita harus jadi guru secara formal lantas kita baru transfer ilmu. Apapun yang kita fahami dan benar maka ajarkanlah kepada yang lain. Karena ilmu yang bermanfaat bagaikan benih yang unggul. Benih tidak akan berguna bila tidak ditanam. Maka tanmlah kembali benih ilmu agar menghasilkan buah-buah ilmu baru yang bermanfaat dan semakin berkembang.

Wallahu a'lamu

0 comments:

Posting Komentar