Home » » Cerita Rahasia di Santolo

Cerita Rahasia di Santolo

"Neng.. Engkang mau mandi dulu ah, gerah nih .... " Kataku kepada gadis cantik di sampingku.

"Mau mandi di mana 'Kang, entar we atuh kalau udah nyampe rumah ... " Jawabnya.

"Wah Engkang udah gak tahan pingin guyuran, tuh ada WC Neng ..." Sahutku padanya.

Akhirnya kami bergegas menuju WC di dekat taman bermain anak. WC nya kecil ada dua kamar di sana dijagain oleh seorang ibu-ibu. Tertulis di pintu WC angka 2.000 sebagai tanda bahwa biaya satu ali masuk harus bayar Rp 2.000,-. Maka tidak menunggu-nunggu waktu lagi dengan cepat saya menyimpan tas di bangku panjang yang ada dekat WC.

"Neng mau duluan ?" Tanyaku pada gadis manis di belakangku.

"Eah Kang ..." Jawabnya singkat.

"Neng tunggu di sini yah ...". Pintaku padanya, dan ia menganggung sambil tersenyum manis.

Dengan cepat aku masuk ke WC, kurang nyaman sih, ada genangan air di sana, terus tempat BAB nya tidak terawat, dan yang cukup membuat risih adalah dinding dari bilik bambu yang sudah bolong-bolong.

Setelah ku lepas pakaian semua, apa yang terjadi ....

Guyuran pertama menyentuh kepala dan badan,

Mula-mula tidak ada yang aneh,

Sesaat kemudian aku rasakan ada yang tidak beres dengan airnya,

Hatiku bergumam dan menggerutu:

"Maasyaa Allah, Airnya ASIN ...."

Karena tanggung maka sekalian aka habiskan air satu bath tub iitu dan sukses mengguyur dengan rata di sekujur badan ini. Seger sih ... Tapi kebayang kann apa yang akan terjadi padaku setelahnya.

Setelah keluar WC dan tubuhku telah mulai kering mulai deh aku merasa tersiksa. Kulitku lengket dan agak gatal. Yang paling gak enak adalah rasa gak nyaman di area selangkangan dan rambut. Namun begitu tidak aku ceritakan pengalaman yang gak menyenangkan ini kepada gadis nan ayu yang selalu bersamaku itu.

Namun aku juga tidak pernah bertanya padanya, apakah ketika ke Santolo ia juga menggunakan WC itu untuk sekedar buang air kecil atau membetulkan dandanannya. Kalau jawabannya ya tentulah ia tau rahasia ini, dan ia merasa harus saling menjaga kehormatan diriku dan dirinya yang sedang terjebak dalam kondisi kurang enak ini ... hehe. Dia emang baik hati.

Ini kisah kecilku dengannya ...

0 comments:

Posting Komentar